Ringkasan artikel:
- Iklan Shopee adalah fitur promosi berbayar yang membantu produk Anda tampil di posisi atas hasil pencarian dan halaman rekomendasi Shopee
- Iklan manual cocok untuk yang ingin kontrol penuh dengan budget kecil, sedangkan iklan otomatis lebih praktis dan cepat dapat traffic tapi butuh budget lebih besar
- Cara membaca laporan iklan, mulai dari metrik yang wajib dipantau seperti CTR, ROAS, dan konversi agar Anda tahu iklan mana yang benar-benar menghasilkan
- Tips optimasi iklan yang sudah berjalan, dari evaluasi kata kunci, naikkan bid di kata kunci yang konversi, sampai menyesuaikan budget secara bertahap
Cara iklan di Shopee untuk pemula sering jadi pertanyaan banyak seller yang baru terjun di marketplace.
Pasalnya, fitur iklan dipercaya mampu mendongkrak traffic sekaligus penjualan sebuah toko dalam waktu yang relatif singkat.
Namun begitu, tentu tidak mudah mengatur iklan di Shopee bagi pemula.
Maka dari itu, artikel berikut akan memberikan panduan atau cara iklan di Shopee untuk pemula yang dapat dijadikan rujukan.
Yuk, simak sampai selesai!
Ingin iklan Shopee Anda lebih efektif dan hasilnya maksimal?
Apa Itu Iklan Shopee?
Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya Anda mengetahui apa itu iklan Shopee.
Sebab, dengan tahu fitur ini, Anda dapat lebih memahami sehingga bisa mengoperasikan iklan lebih optimal.
Sederhananya, iklan Shopee adalah fitur promosi berbayar yang disediakan oleh platform untuk membantu penjual meningkatkan visibilitas produk mereka, menjangkau lebih banyak pembeli potensial, dan mendorong penjualan di platform Shopee.
Berdasarkan pengertiannya, iklan Shopee punya tujuan sebagai berikut:
- Meningkatkan jumlah kunjungan ke produk/toko
- Meningkatkan peluang terjadinya penjualan
- Membantu produk tampil di posisi atas dalam hasil pencarian atau halaman rekomendasi
Cara Iklan di Shopee untuk Pemula
Mau jualan makin laris lewat iklan Shopee?
Menurut Business Consultant Shopee MEA, Jaka Raya, cara iklan di Shopee untuk pemula bisa dimulai dengan bugdet yang kecil terlebih dulu.
Budget yang kecil ini terutama bila Anda menggunakan iklan manual.
Sebagai informasi, Shopee sendiri mempunyai dua jenis iklan, yakni yang manual dan otomatis (GMV MAX).
“Saran dari aku bisa pakai iklan produk yang pencarian, tetapi bisa dimulai dengan budget yang terkecil dulu aja, sambil evaluasi, sambil di cek kalo udah jalan seminggu baru dievaluasi,” jelas Jaka.
Lantas, berapa budget yang kecil itu?
“Fee-nya berapa? Boleh di 250 atau 350 dulu per kata kunci, untuk modal hariannya Rp15 ribu dulu aja di setting. Terus jumlah kata kunci yang dipakai, 5-10 kata kunci. Nanti sambil jalan dievaluasi. Itu iklan yang manual,” tambah Jaka.
Jaka pun menyarankan agar seller pemula menggunakan iklan otomatis atau bisa disebut dengan GMV Max.
Berdasarkan penuturan Jaka, iklan otomatis justru dapat menghasilkan traffic lebih cepat.
“Biar dapat traffic-nya lebih mudah juga, beda kalau iklan manual atau iklan pencarian itu memang traffic-nya emang agak sulit butuh waktu. Kalau iklan yang GMV atau iklan yang otomatis ini biasanya dapat traffic-nya lebih mudah,” ucap Jaka.
Meski begitu, bila tertarik menggunakan fitur iklan ini, Anda harus mengeluarkan budget yang sedikit lebih besar.
“Karena budgetnya lebih gede, otomatis si Shopee suka sama seller yang spend budget gede, otomatis bakal dikasih traffic sama si Shopee,” terang Jaka.
Pada akhirnya, Jaka tidak menyarankan iklan mana yang mesti dipakai.
Sebab, baik iklan manual atau otomatis, keduanya sama baiknya.
Panduan Membuat Iklan untuk Pemula
Sudah disinggung sebelumnya, jika iklan di Shopee ada dua jenis, yakni yang manual dan otomatis.
Setelah tahu tipsnya, berikut akan dijelaskan cara atau panduan membuat iklan, khususnya bagi pemula.
1. Iklan Manual
Iklan manual memberikan kontrol penuh kepada penjual untuk menentukan kata kunci, target audiens, dan pengaturan lainnya.
1. Masuk ke Shopee Seller Center
Login ke akun Seller Center melalui seller.shopee.co.id.
2. Silakan Pilih Produk yang Hendak Diiklankan
Masuk ke menu Iklan Shopee > Iklan Produk, lalu klik tombol “Buat Iklan Baru”, dan pilih produk yang ingin Anda promosikan secara manual.
3. Pilih Jenis Iklan
Tentukan jenis iklan yang ingin digunakan:
- Iklan Pencarian Produk
- Iklan Produk Serupa
- Iklan Toko
4. Atur Budget dan Durasi Iklan
Masukkan budget harian atau total, dan atur tanggal mulai dan berakhirnya iklan. Budget akan digunakan berdasarkan sistem CPC (Cost Per Click).
5. Tentukan Kata Kunci dan Targeting
Pilih kata kunci secara manual yang relevan dengan produk.
Anda juga bisa atur harga per klik (bid) sesuai dengan kemampuanmu.
Targeting pun dapat diatur berdasarkan audiens yang ingin Anda sasar.
2. Iklan Otomatis
Iklan otomatis cocok untuk penjual yang ingin sistem Shopee membantu memilihkan pengaturan terbaik secara otomatis.
1. Masuk ke Shopee Seller Center > Pilih Menu Halaman Iklan Shopee > Buat Iklan Baru
Login dan buka menu Iklan Shopee di Seller Center, lalu klik “Buat Iklan Baru”.
2. Silakan Pilih Iklan Produk Otomatis
Pilih opsi “Iklan Produk Otomatis” atau “Iklan Pintar”, yang akan secara otomatis mengelola kata kunci dan penempatan iklan.
3. Pilih Jenis Iklan yang Diinginkan
Shopee akan menyesuaikan penempatan iklan seperti di hasil pencarian atau halaman rekomendasi.
Masing-masing jenis atau paket iklan, budget-nya sudah ditentukan oleh Shopee.
(Catatan: Dalam iklan otomatis, sistem Shopee yang memilih pengaturan terbaik berdasarkan data algoritma)
4. Pilih Produk yang Diiklankan
Tentukan produk mana yang ingin Anda promosikan. Sistem akan mengatur sisanya tanpa perlu input kata kunci manual.
Perbedaan Iklan Manual dan Iklan Otomatis Shopee
Supaya Anda tak bingung mau mulai dari mana, ini dia perbandingan singkat keduanya:
| Aspek | Iklan Manual | Iklan Otomatis (GMV Max) |
Kontrol | Penuh, Anda yang atur | Dikelola sistem Shopee |
Kata Kunci | Dipilih sendiri secara manual | Dipilih otomatis oleh algoritma |
Budget | Bisa mulai Rp15.000/hari | Umumnya butuh budget lebih besar |
Kecepatan Traffic | Lebih lambat, perlu evaluasi | Lebih cepat dapat traffic |
Cocok untuk | Seller yang mau eksperimen & belajar | Seller yang ingin praktis & cepat |
Keterangan:
Tidak ada pilihan yang salah. Keduanya bisa dikombinasikan, mulai dengan iklan manual untuk belajar, lalu tambahkan GMV Max saat Anda sudah siap menambah budget.
Cara Membaca Laporan Iklan Shopee agar Anda Tahu Mana yang Berhasil
SUdah pasang iklan tapi bingung dengan hasilnya? Tenang, Shopee menyediakan laporan performa iklan yang bisa Anda akses langsung dari Seller Center.
Kuncinya adalah tahu metrik mana yang perlu diperhatikan.
Metrik Utama yang Wajib Anda Pantau
• Impresi: seberapa sering iklan Anda tampil di hadapan pembeli. Angka ini mencerminkan seberapa kompetitif bid-mu di kata kunci tersebut.
• Klik: jumlah orang yang benar-benar mengklik iklan Anda. Kalau impresi tinggi tapi klik rendah, artinya foto atau judul produk Anda perlu dioptimasi.
• CTR (Click-Through Rate): persentase orang yang klik dari total yang melihat iklan. CTR atau persentase iklan yang bagus untuk marketplace di atas 1–2%.
• Konversi: jumlah orang yang klik lalu benar-benar beli. Ini metrik terpenting karena langsung berhubungan dengan penjualan.
• ROAS (Return on Ad Spend): berapa rupiah penjualan yang Anda dapat dari setiap Rp1 yang dikeluarkan untuk iklan. ROAS di atas 3x sudah dianggap efisien.
• CPC (Cost Per Click): biaya iklan rata-rata per klik. Semakin rendah CPC, semakin efisien iklan Anda.
Cara Akses Laporan Iklan
1. Buka Shopee Seller Center.
2. Masuk ke menu Iklan Shopee → klik tab Laporan/Analitik Iklan.
3. Pilih periode waktu — minimal 7 hari untuk data yang representatif.
4. Lihat performa per produk dan per kata kunci.
5. Nonaktifkan kata kunci yang sudah dapat banyak klik tapi nol konversi.
Evaluasi iklan idealnya dilakukan setiap 7 hari, bukan setiap hari.
Iklan butuh waktu untuk ‘belajar’, terlalu sering diotak-atik justru mengganggu performanya.
Tips Optimasi Iklan Shopee yang Sudah Berjalan

Pasang iklan bukan berarti selesai. Justru setelah iklan berjalan, pekerjaan sebenarnya baru mulai, yaitu optimasi.
Berikut tips atau cara iklan Shopee efektif yang bisa Anda terapkan.
1. Evaluasi dan Bersihkan Kata Kunci yang Tidak Performa
Setelah iklan berjalan 7–14 hari, cek kata kunci mana yang punya banyak klik tapi nol pembelian.
Kata kunci seperti ini hanya menghabiskan budget tanpa hasil. Nonaktifkan atau ganti dengan kata kunci yang lebih relevan.
2. Naikkan Bid di Kata Kunci yang Konversi Tinggi
Kalau ada kata kunci yang konsisten menghasilkan penjualan, naikkan bid-nya secara bertahap, misalnya 10–20% setiap minggu.
Tujuannya agar produk Anda tampil di posisi lebih atas dan dapat lebih banyak impresi.
3. Optimasi Foto dan Judul Produk
CTR rendah (di bawah 0,5%) biasanya bukan masalah iklan, tapi masalah listing produk.
Coba perbaiki foto utama produk agar lebih menarik perhatian di antara kompetitor, dan pastikan judul produk mengandung kata kunci utama yang relevan.
4. Sesuaikan Budget Berdasarkan Performa
Hindari menaikkan budget secara drastis sekaligus.
Naikkan budget harian secara bertahap, misalnya Rp5.000–Rp10.000 per kali, sambil memantau apakah ROAS-nya tetap positif.
5. Manfaatkan Fitur Saran Kata Kunci dari Shopee
Shopee menyediakan rekomendasi kata kunci berdasarkan data pencarian yang relevan dengan produk Anda.
Tambahkan kata kunci saran ini ke iklan manual-Anda lalu evaluasi setelah 7–14 hari untuk melihat mana yang paling efektif.
Optimasi iklan adalah proses berkelanjutan. Seller yang rutin evaluasi setiap minggu biasanya punya performa iklan yang jauh lebih baik dibandingkan yang dibiarkan jalan sendiri.
Kesalahan Umum Pemula Saat Beriklan di Shopee yang Harus Dihindari
Banyak seller pemula yang merasa iklannya tidak efektif, padahal masalahnya bukan di produk, tapi di cara setting iklannya.
Ini dia kesalahan paling umum yang sering terjadi:
1. Langsung pakai budget besar tanpa testing
Banyak pemula berpikir semakin besar budget, kian besar penjualan.
Padahal kalau kata kunci dan produknya belum tepat, budget besar hanya akan habis sia-sia.
Mulai dari kecil dulu, misalnya Rp15.000/hari sudah cukup untuk testing awal.
2. Mengiklankan semua produk sekaligus
Pilih 3–5 produk terbaik (best seller atau produk dengan ulasan terbanyak) untuk diiklankan terlebih dahulu.
Produk yang sudah punya social proof lebih mudah dikonversi oleh iklan.
3. Tidak pernah evaluasi dan optimasi
Pasang iklan lalu dibiarkan jalan sendiri selama berbulan-bulan adalah kesalahan besar.
Iklan yang tidak dievaluasi bisa terus menghabiskan budget tanpa menghasilkan penjualan yang signifikan.
4. Menggunakan kata kunci yang terlalu umum
Kata kunci seperti “baju” atau “sepatu” memang punya volume pencarian tinggi, tapi persaingannya sangat ketat dan biayanya mahal.
Gunakan kata kunci yang lebih spesifik (long-tail), misalnya “baju batik wanita modern” atau “sepatu sneakers anak laki-laki”.
5. Mengabaikan kualitas listing produk
Iklan hanya membawa orang ke halaman produk Anda.
Yang memutuskan mereka beli atau tidak adalah kualitas foto, deskripsi, dan ulasan produk.
Pastikan listing produkmu sudah optimal sebelum mulai beriklan.
6. Menonaktifkan iklan terlalu cepat
Beberapa seller panik dan mematikan iklan setelah 2–3 hari karena belum ada penjualan.
Padahal iklan butuh minimal 7 hari untuk menghasilkan data yang cukup untuk dievaluasi. Beri waktu yang cukup sebelum mengambil keputusan.
Wajar kalau iklan pertama Anda belum sempurna.
Yang ialah adalah belajar dari data, lakukan evaluasi rutin, dan perbaiki secara bertahap.
Bingung Setting Iklan Sendiri? MEA Digital Agency Siap Membantu Anda!

Jika Anda ingin iklan di Shopee berjalan lebih efektif dan optimal, Anda bisa bekerja sama dengan agency, seperti MEA Digital Agency.
Sebagai agency profesional dan berpengalaman, MEA membuka layanan jasa pembuatan iklan dan setting iklan Shopee yang dirancang khusus untuk membantu meningkatkan performa penjualan Anda.
Dengan dukungan tim ahli dan strategi yang teruji, MEA siap membantu Anda:
- Menentukan produk dan kata kunci terbaik,
- Mengatur anggaran iklan yang efisien,
- Memaksimalkan hasil dari setiap klik,
- Hingga analisis dan optimasi iklan berkala.
Selain itu, MEA juga merupakan partner resmi dari Shopee, yang tentu menjadi keuntungan tersendiri karena memiliki akses, insight, dan dukungan langsung dari pihak Shopee dalam mengelola iklan dan kampanye promosi.
Dengan MEA, Anda tidak hanya mendapatkan bantuan teknis, tapi juga strategi iklan berbasis data dan pengalaman.
Studi Kasus: Nuna The Label Raih ROAS 9x Berkat Iklan Shopee yang Terarah
Nuna The Label adalah salah satu klien MEA Digital Agency, merek fashion lokal yang menawarkan koleksi gaun feminin dan elegan, tersedia dalam berbagai ukuran termasuk plus size dan custom size.
Sebelum bekerja sama dengan MEA, Nuna The Label sebenarnya sudah menjalankan iklan Shopee.
Masalahnya, budget yang dikeluarkan belum menghasilkan konversi yang optimal, banyak klik masuk, tapi penjualan tidak ikut naik secara signifikan. Di tengah ketatnya persaingan fashion di marketplace, mereka butuh strategi yang lebih terarah.
MEA mengambil pendekatan berbasis data dengan evaluasi rutin setiap minggu. Beberapa langkah yang diterapkan:
• Fokus budget hanya pada produk terbukti laris: produk yang kurang performa diganti agar tidak ada anggaran yang terbuang.
• Evaluasi kata kunci dan setting iklan setiap minggu: strategi terus disesuaikan berdasarkan data nyata, bukan asumsi.
• Alokasi budget ke format iklan paling produktif: anggaran dipindahkan ke jenis iklan yang paling banyak menghasilkan penjualan.
• Promo pendukung seperti voucher dan bundling: untuk mendorong calon pembeli yang ragu agar segera checkout.
• Aktivasi konten video dan affiliate di media sosial: untuk menarik traffic dari luar Shopee.
Hasilnya? Dalam kurang dari 2 tahun kerja sama, Nuna The Label berhasil mencatatkan:
• ROAS 9x: setiap Rp1 iklan menghasilkan Rp9 penjualan
• Omzet naik 209%
• Jumlah pesanan naik 13x lipat
• Traffic toko tumbuh hingga 40%
• Iklan berkontribusi lebih dari 50% dari total penjualan toko
Kunci keberhasilannya bukan budget yang besar, tapi strategi yang tepat dan evaluasi yang konsisten setiap minggu.
Dari studi kasus ini, ada satu pola yang bisa langsung kamu terapkan: mulai dari produk terbaik, pantau datanya setiap minggu, dan jangan ragu menyesuaikan strategi berdasarkan hasil aktual, bukan tebakan.
Kalau Anda ingin hasil seperti Nuna The Label tapi belum yakin bisa mengelola iklan sendiri, MEA Digital Agency siap membantu, dari setting iklan hingga optimasi berkala.
Kesimpulan
Beriklan di Shopee adalah salah satu strategi efektif untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan toko, terutama bagi pemula yang baru memulai di marketplace.
Shopee menyediakan dua jenis iklan, yaitu iklan manual dan iklan otomatis (GMV Max), yang masing-masing memiliki keunggulannya sendiri.
Untuk pemula, disarankan untuk memulai dengan budget kecil terlebih dahulu sambil melakukan evaluasi performa iklan secara berkala.
Iklan manual memberikan kontrol penuh atas kata kunci dan target, sedangkan iklan otomatis lebih praktis karena dikelola langsung oleh sistem Shopee dengan potensi traffic yang lebih cepat.
Jika Anda merasa kesulitan mengatur iklan sendiri, Anda bisa bekerja sama dengan MEA Digital Agency.
Sebagai agency resmi dan berpengalaman, MEA menyediakan layanan setting dan optimasi iklan Shopee untuk membantu seller meningkatkan hasil penjualan secara maksimal dan efisien.
Dengan strategi yang tepat dan dukungan profesional, iklan Shopee bisa menjadi kunci pertumbuhan bisnis Anda di marketplace.
FAQ
1. Berapa budget minimum untuk mulai iklan di Shopee?
Budget minimum untuk iklan Shopee bervariasi tergantung jenis iklannya. Untuk iklan manual (iklan pencarian produk), Anda bisa mulai dengan budget harian Rp15.000 dan bid per kata kunci sekitar Rp250–Rp350. Jumlah ini sudah cukup untuk testing awal, terutama jika menggunakan 5–10 kata kunci yang relevan.
2. Apa bedanya iklan manual dan iklan otomatis (GMV Max) di Shopee?
Iklan manual memberikan kontrol penuh kepada seller, Anda yang menentukan kata kunci, bid, dan target audiens. Cocok untuk yang ingin belajar dan bereksperimen. Iklan otomatis (GMV Max) dikelola oleh sistem Shopee secara otomatis berdasarkan algoritma, lebih praktis, dan biasanya menghasilkan traffic lebih cepat, namun membutuhkan budget yang sedikit lebih besar.
3. Berapa lama iklan Shopee mulai menunjukkan hasil?
Untuk iklan manual, biasanya butuh waktu 7–14 hari untuk mendapatkan data yang cukup untuk dievaluasi. Iklan otomatis cenderung lebih cepat mendatangkan traffic karena sistemnya sudah teroptimasi. Hindari mematikan atau mengubah iklan terlalu sering di awal, beri waktu setidaknya seminggu sebelum evaluasi.
4. Produk apa yang sebaiknya diiklankan di Shopee?
Prioritaskan produk yang sudah punya ulasan positif, foto berkualitas, dan deskripsi lengkap. Produk dengan social proof lebih mudah dikonversi oleh iklan. Jika baru mulai, pilih 3–5 produk terlaris di tokomu untuk diiklankan terlebih dahulu, dibanding mengiklankan semua produk sekaligus.
5. Apakah iklan Shopee bisa dijalankan bersamaan dengan iklan manual dan otomatis?
Ya, keduanya bisa dijalankan secara bersamaan. Bahkan banyak seller berpengalaman yang mengombinasikan keduanya — iklan manual untuk kata kunci spesifik yang sudah terbukti konversi, dan GMV Max untuk menjangkau traffic yang lebih luas secara otomatis.
6. Kenapa iklan sudah banyak klik tapi tidak ada penjualan?
Ini biasanya bukan masalah iklan, tapi masalah listing produk. Coba evaluasi: apakah foto produkmu menarik? Apakah hargamu kompetitif? Apakah deskripsi produknya lengkap dan meyakinkan? Ulasan produk juga berperan besar, pembeli lebih percaya produk yang sudah punya ulasan positif. Selain itu, pastikan kata kunci yang digunakan relevan dengan produk Anda.
***Foto: freepik.com