7 Strategi Pemasaran di Bulan Ramadhan yang Efektif, Seller Marketplace Wajib Tahu!

Strategi Pemasaran di Bulan Ramadhan

Strategi pemasaran di bulan Ramadhan tentu agak berbeda ketimbang bulan-bulan biasa. Seperti apa caranya? Mari kita bahas!

Menurut berbagai sumber, peningkatan transaksi belanja online ketika bulan puasa mencapai kisaran 70%-an.

Selain itu, kenaikan jumlah konsumen juga tercatat sampai 20%-an.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bulan puasa benar-benar jadi periode potensial untuk meraih omzet lebih besar melalui marketplace.

Walau begitu, masih banyak penjual yang belum tahu strategi pemasaran di bulan Ramadhan yang benar.

Akibatnya, trafik naik, demand naik, tapi performa toko tetap datar.

Karena itu, artikel berikut bakal membahas cara yang relevan dan aplikatif agar toko bisa bersaing serta mencatat penjualan lebih tinggi selama momen Ramadhan.

Yuk, simak pembahasannya.

Strategi Pemasaran di Bulan Ramadhan

Bingung Kelola Toko Sendiri Saat Bulan Ramadhan?

Kerja sama barang MEA saja, kami bisa bantu sampai omzet toko Anda melesat!

1. Pilih Winning Produk

Langkah pertama adalah menentukan produk yang punya daya tarik kuat.

Winning produk biasanya punya permintaan stabil, kompetisi sehat, dan margin aman.

Penjual dapat mengutamakan produk yang sudah terbukti laku agar toko tetap punya arus penjualan selama Ramadhan.

Penentuan produk kuat sejak awal bakal berpengaruh pada strategi berikutnya.

2. Boosting dengan Fitur Ads

Strategi pemasaran di bulan Ramadhan berikutnya ialah dengan memboosting produk melalui fitur ads.

Kenapa? Sebab, fitur iklan di marketplace tetap jadi senjata penting.

Ad placement yang tepat mampu mendorong trafik toko. Gunakan budget yang pas dan pantau terus performa iklan agar setiap rupiah bekerja secara optimal.

Poin ini sangat krusial karena volume pencarian di marketplace meningkat pesat di bulan Ramadhan.

3. Maksimalkan Fitur Affiliate

Saat ini affiliate punya peran besar terhadap penjualan.

Banyak pembeli yang lebih percaya pada rekomendasi kreator.

Melalui strategi pemasaran di bulan Ramadhan, kerja sama affiliate bisa menghasilkan lonjakan pesanan, terutama menjelang buka puasa atau menjelang sahur ketika pengguna aktif mencari produk.

Pastikan stok aman dan komisi kompetitif agar kreator tertarik.

4. Tawarkan Promo atau Diskon

Ramadhan identik dengan belanja kebutuhan harian sekaligus persiapan Lebaran.

Penawaran promo sangat membantu menarik perhatian.

Buat promo bertahap seperti diskon awal bulan, free shipping, atau bundling hemat.

Promo sederhana pun sudah cukup selama terlihat jelas pada tampilan toko.

5. Pilih Produk yang Relevan dengan Bulan Ramadhan

Produk yang relevan umumnya punya konversi lebih tinggi.

Misalnya perlengkapan ibadah, pakaian, peralatan dapur, hampers, kurma, kebutuhan masak, serta produk kesehatan.

Seller bisa memaksimalkan momentum ini untuk mendorong eksposur toko.

Relevansi produk biasanya berbanding lurus dengan peluang muncul di halaman pencarian.

6. Optimasi Kata Kunci

Penggunaan kata kunci yang tepat membuat produk lebih mudah ditemukan.

Seller bisa menyusun judul produk yang rapi, menambahkan kata kunci pendukung, dan memastikan deskripsi informatif.

Optimasi kata kunci juga membantu produk bersaing secara organik tanpa bergantung pada iklan saja.

7. Lihat Data di Bulan Ramadhan

Setiap kategori punya pola penjualan berbeda sepanjang Ramadhan.

Analisis data membantu penjual memahami jam ramai, jenis produk yang naik drastis, serta performa iklan.

Data di periode Ramadhan tahun sebelumnya dapat menjadi acuan penyusunan strategi pemasaran di bulan Ramadhan untuk tahun ini.

Optimalkan Penjualan Bulan Ramadhan dengan Ikut MEA Roadshow Batch 6

mea roadshow 6

Untuk seller yang belum paham strategi pemasaran di bulan Ramadhan, tak usah khawatir.

Anda bisa ikut MEA Roadshow Batch 6. Dalam event itu, bakal dibahas strategi penjualan di bulan Ramadhan dan terus tumbuh setelahnya.

MEA Roadshow Batch 6 menghadirkan dua pembicara yang expert di bidangnya, yaitu Yohan Agustian dan Koh Dennies.

Yohan Agustian merupakan salah satu Top Trainer, Praktisi, sekaligus Educreator Official Shop Tokopedia.

Ia pun adalah CEO MEA Digital Marketing. Pengalaman Ko Yohan tak perlu diragukan, sebab ia punya pengalaman lebih dari 10 tahun di dunia digital marketing.

Adapun materi yang akan dibahas Ko Yohan antara lain:

  • Persiapan target 3x omzet Ramadhan di TikTok dan Shopee
  • Optimasi GMV Max TikTok dan iklan Shopee secara strategis
  • Aktivasi affiliate TikTok dan Shopee sebagai pendorong GMV
  • Sinkronisasi konten dan live di TikTok serta Shopee
  • Cara membaca momentum: kapan push, scale, dan tahan
  • Strategi scale dan sustain pasca Lebaran

Sementara Koh Dennies merupakan Founder Affiliate Akademi dan branding expert yang telah membantu banyak bisnis, creator, dan affiliate untuk bertumbuh lewat strategi branding.

Di TikTok, ia punya lebih dari 1.100.000 followers (@koh.dennies).

Untuk materi yang akan dibawakan Koh Dennies meliputi:

  • Strategi affiliate TikTok dan Shopee untuk seller
  • Personal branding untuk meningkatkan trust dan conversion
  • Peran seller sebagai creator dan affiliator
  • Membangun ekosistem seller, creator, dan affiliator
  • Studi kasus branding dan affiliate yang berdampak pada omzet
  • Branding dan affiliate sebagai pondasi growth jangka panjang

Informasi dan detail event bisa Anda cek melalui tautan berikut.

Jangan sampai lewatkan kesempatan ini!

***Foto: freepik.com